Beberapa Alasan Pelanggan Mengganti Supplier/Pemasok
September 9, 2008
Bagaimana suatu hal dapat berubah dan menyebabkan pelanggan ingin mengganti pilihannya/pemasoknya yang sekarang?
Ada dua penyebab. Pertama, kualitas produk dari pemasok yang sekarang bisa menurun dan pelanggan mulai tidak puas dan mungkin mereka akan memutuskan untuk mengganti pemasok yang sekarang. Bila Anda adalah terbaik kedua, maka Anda akan menjadi kandidat terbaik untuk menggantikan pemasok yang sekarang.
Kedua, kualitas dari pelayanan pemasok yang sekarang dapat menurun dan pelanggan mulai merasa tidak puas. Ini dapat terjadi karena:
a. Pihak pemasok tidak menepati janji mereka.
b. Tenaga penjual dari pemasok tersebut membuat pelanggannya marah atau kecewa.
c. Pegawai dari pemasok tersebut membuat pelanggan marah.
d. Stok atau persediaan pemasok yang sekarang tidak konsisten dan menimbulkan masalah pada pihak pelanggan.
e. Pihak pemasok selalu terlambat mengirimkan barang.
f. Bagian purchasing (yang punya hubungan erat dengan pihak pemasok) pindah kerja atau keluar. Orang yang baru lebih objektif dan mungkin memutuskan untuk mencari pemasok lain. Bila Anda berada dalam posisi terbaik kedua, maka Anda yang berikutnya akan mendapatkan order.
g. Manajer/direktur juga dapat pindah kerja atau keluar. Orang yang baru dapat lebih objektif dan mungkin memutuskan untuk mengganti pemasok. Bila Anda adalah yang terbaik kedua, maka Anda yang berikutnya akan mendapatkan order.
h. Si pelanggan mungkin saja buka kantor, pabrik, atau cabang baru di tempat lain. Pemasok yang sekarang tidak sanggup melayani di tempat baru tersebut (karena terlalu jauh dan lain-lain). Sebaliknya, perusahaan Anda punya kantor cabang di tempat baru tersebut. Dalam situasi seperti ini, bila Anda berada pada posisi terbaik yang kedua, maka Anda akan SECEPATNYA mendapatkan order.
Jadi Anda bisa melihat bahwa tidak ada yang tetap sama selamanya. Sesuatu BISA berubah. Pastikan saja bahwa bila sesuatu BENAR-BENAR berubah, Anda adalah pilihan TERBAIK berikutnya!
Menjadi Terbaik Nomor Dua! Sebuah Pelajaran Penting dari Harvey McKay
September 9, 2008
Judul ini sungguh terdengar aneh. Setiap orang punya tujuan untuk menjadi nomor satu. Tetapi saya malah menyarankan Anda menargetkan untuk menjadi nomor dua! Sangat tidak lazim. Apa yang saya maksud? Ide ini pertama kali diberikan oleh Harvey MacKay, pengarang buku laris How To Swim With The Sharks Without Being Eaten Alive. Sejujurnya, kalimat penuhnya seharusnya berbunyi seperti ini: ”Bila Anda tidak bisa menjadi nomor satu, maka pastikan Anda menjadi yang terbaik kedua.”
Kadang-kadang tidak peduli seberapa keras kita mencoba, seorang penjual tidak mampu untuk mendapatkan pelanggan untuk membeli produk atau jasanya. Ini bisa terjadi karena beberapa alasan sebagai berikut:
• Pelanggan sudah mempunyai pemasok (supplier).
• Pelanggan sudah merasa puas dengan produk dari pemasok yang sekarang.
• Pelanggan sudah merasa puas dengan tingkat pelayanan dari pemasok yang sekarang.
• Pihak purchasing/pembelian punya hubungan yang amat dekat dengan pemasok atau tenaga penjual dari pemasok tersebut.
• Pemasok atau tenaga penjual dari pemasok punya hubungan keluarga dengan manajer/direkturnya.
Pada situasi tertentu, tidak ada jalan keluar. Situasinya terlihat tanpa harapan dan penuh depresi. Anda jelas-jelas bukan pilihan pertama dari pelanggan. Apa yang harus diperbuat?
Ingatlah satu hal berikut: Tidak ada yang tetap sama selamanya.
Ada tiga hal yang harus Anda sadari :
1. Tidak ada yang bertahan selamanya. Situasi akan dan pasti berubah di masa mendatang.
2. Sadarilah bahwa selain Anda, ada banyak tenaga penjual dari perusahaan lain yang juga berusaha untuk mendapatkan pelanggan supaya membeli dari mereka. Pada skenario seperti ini, ”posisi nomor satu” telah diambil alih, dan perusahaan-perusahaan yang lain (termasuk perusahaan Anda) tengah mengantri untuk menduduki posisi kedua.
3. Bila Anda tidak bisa menjadi nomor satu, untuk sementara ini, jadilah yang terbaik kedua di antara pesaing. Supaya bila karena suatu alasan atau sebab, pelanggan memutuskan untuk mengganti pilihan mereka, maka Anda dapat menjadi pilihan mereka yang berikutnya dan akan secepatnya menempati posisi pertama. Ini yang dimaksud oleh Harvey MacKay waktu ia mengatakan, “Bila Anda tidak bisa menjadi nomor satu, maka pastikan bahwa Anda menjadi terbaik kedua.”
No Goals, No Targets, No Results (Pelajaran dari Brian Tracy – Success Guru)
September 9, 2008
Setiap orang pasti ingin sukses. Namun, dalam kenyataannya tidak banyak orang yang bisa sukses seperti yang didambakan. Mengapa? Jawabannya sederhana: TIDAK PUNYA TUJUAN YANG JELAS.
Penelitian berkali-kali menunjukkan bahwa orang yang punya tujuan yang jelas (clear goals) akan lebih cepat sukses daripada mereka yang tidak memilikinya. Mengapa begitu?
Mengalahkan Juara Dunia dalam 10 Menit!
Brian Tracy, Sang Success Guru menjelaskan seperti ini. Tracy menjamin bahwa dalam 10 menit, ia dapat melatih Anda bagaimana cara melempar dart sebaik-baiknya sehingga Anda mampu mengalahkan juara dunia.
Bagaimana hal itu bisa terjadi? Inilah skenarionya. Ia akan mengumpulkan Anda berdua (Anda dan sang juara). Kemudian ia akan memberikan Anda papan dengan beberapa dart. Lalu Anda berdua diperintahkan untuk bersiap melempar dart ke papan tadi. Akan tetapi, sebelum sang juara beraksi, Tracy akan menutup mata sang juara, memutarnya beberapa kali sampai dia kehilangan arah. Anda, bagaimana pun tidak perlu memakai penutup mata dan dapat melihat papan dart di depan Anda sejelas-jelasnya. Sang juara tidak dapat melihat papan dart dan kini ia pun kehilangan arah. Ia tidak tahu di mana papan dart berada. Dalam situasi ini, Anda berdua di minta untuk melempar dart tersebut ke arah papan tadi.
Di antara Anda berdua, siapa yang akan menancapkan dart lebih banyak di papannya? Sang juara (yang matanya ditutup dan kehilangan arah) atau Anda (tidak memakai penutup mata dan dapat melihat papan dart dengan jelas)?
Tentu Ada akan tampil lebih baik dari pada sang juara? Mengapa? Karena Anda dapat melihat sasaran Anda (goal) dengan jelas. Sementara ia tidak. Hal ini sangat mudah, langsung mengena dan tepat! Dan yang mengherankan adalah meski setiap orang ingin mencapai sukses, namun hanya 3% dari populasi dunia yang benar-benar menuliskan, membaca, dan mengulang tujuan hidup mereka setiap hari!!
Do You Have A Dart Board?
Hampir seluruh penduduk bumi (97%) menghabiskan hidupnya tanpa tujuan yang jelas. Beberapa dari mereka begitu sibuk menggeluti pekerjaannya sehingga kehilangan pandangan dan tujuan. Mereka hanya melempar dart pada papan yang tidak ada! Benar-benar usaha yang sia-sia, menghabiskan waktu dan tenaga!
Bagaimana dengan Anda? Apa tujuan Anda? Apakah Anda punya tujuan yang jelas. Apakah Anda membaca dan mengulang tujuan-tujuan ini setiap hari untuk mengingatkan diri Anda. Jika jawabannya “ya”, selamat Anda sudah berada di jalan yang benar untuk mencapai sukses. Jika jawabannya “tidak”, maka saya sarankan Anda untuk segera menulis tujuan itu. Semua yang Anda butuhkan adalah menghabiskan cukup waktu sambil bertanya kepada diri Anda, “Apakah hal ini yang benar-benar ingin saya capai?” Kemudian tulislah SEGERA tujuan itu.
HOW TO INSPIRE YOUR SALES TEAM
September 9, 2008
Dalam sebuah seminar saya pernah memperhatikan seorang pembicara menjelaskan pembahasan tentang “Sales Manager” sesungguhnya benar . Namun akan lebih tepat jika pembahasannya menjadi “ Manager of Sales People”.
Saya berfikir melalui apa yang dia katakan dan menemukan hal tersebut mengandung banyak pemahaman. Manajer penjualan sesungguhnya manajer dari orang-orang sales jadi melalui mereka, target penjualan dapat tercapai. Jadi ORANG yang dimanage bukan penjualannya.
Seorang Manajer Penjualan, pekerjaannya adalah mengembangkan, melatih, memotivasi dan memberi inspirasi kepada orang-orang sales. Berikut adalah beberapa ide bagi Anda untuk melatih orang orang sales Anda.
Pertama, tanyakan kepada tim penjualan Anda, bagaimana dan dalam hal apa mereka ingin dilatih. Pada tahapan ini, suatu hal yang ideal jika Anda mengembangkan visi bersama dari tim Anda . Visi bersama ini akan menjadi acuan/kompas bagi setiap orang untuk apa mereka bekerja. Visi ini menjadi gambaran mental dimasa yang akan datang atas apa yang ingin mereka capai. Langkah ini sangatlah penting karena sebuah pelatihan yang baik mengerti kepada masing-masing timnya, apa yang menjadi impian mereka untuk dicapai pada masa yang akan datang, sehingga Anda dapat melatih mereka dengan tepat. Anda akan lebih mengerti alasan-alasan mereka dengan lebih baik dan dapat mengkomunikasikannya dan memotivasi mereka berdasarkan masukan dari mereka. Namun pada tahap ini dibutuhkan suatu keterbukaan komunikasi dalam lingkungan yang bebas dari tekanan(ancaman). Dengan demikian ketika anggota tim menyampaikan visi mereka dan tujuan mereka , tidak menjadi sebuah kritikan kepada Anda atau penghakiman dari Anda kepada mereka nantinya ! Sungguh penting bagi Anda untuk dapat bertemu satu persatu dari tim penjualan Anda paling sedikit sekali dalam sebulan. Anda harus menempatkan pertemuan tersebut menjadi suatu prioritas dan meyakinkan mereka mengikuti aturan dengan baik. Selama beberapa pertemuan, Anda harus mengingatkan kembali visi bersama yang telah ditetapkan sehingga setiap orang memperhatikannya dan mengikuti perkembangannya.
Berdasarkan visi/tujuan ini, langkah selanjutnya adalah mengembangkan rencana sederhana dengan memperhitungkan kekuatan dan kelemahan. Tanyakan kepada anggota tim Anda apa yang menjadi pertimbangan kekuatan mereka. Kekuatan adalah sesuatu yang mereka dapat lakukan dengan baik dan menikmatinya. Jangan katakan pada mereka apa yang Anda pikirkan. Biarkan mereka mengevaluasi kekuatan mereka sendiri. Anda akan merasa terkejut karena Anda akan menemukan beberapa orang yang tidak yakin dengan kekuatannya(kemampuannya) ! Juga tanyakan kepada pribadi lepas pribadi apa yang menjadi kelemahan mereka. Sebuah kelemahan menjadi aspek atau hal yang menghambat pencapaian mereka kepada tujuan. Kelemahan harusnya dilihat sebagai kesempatan untuk mengembangkan diri, bukan menjadikannya sebagai sesuatu yang akan mengkritik atau menghakimi seseorang.
Semua rencana harus ditentukan dengan ikatan waktu. Oleh karenanya rencana Anda yang telah dikembangkan harus memiliki kerangka waktu, dan hasil pencapaiannya juga ditentukan dengan batas waktu. Sebagai tambahan, tetapkan penghargaan kepada orang yang dapat mencapai hasil sesuai dengan batas waktu yang ditetapkan. Agar diingat, bahwa kebiasaan seseorang akan terbentuk atau akan hilang dalam waktu 30 hari. Ini menunjukkan bahwa Anda hanya akan melihat perubahan akan terjadi dalam waktu 30 hari.
Akhirnya, Evaluasi rencana ini dengan orang sales Anda sekali dalam sebulan dan buatlah beberapa penyesuaian yang dibutuhkan. Dengan melakukannya, setiap individu dalam tim penjualan Anda akan secara teratur mengembangkannya, dan yang paling penting, Anda dapat secara konstan berhubungan dengan setiap individu tim penjualan Anda. Kiranya, ini menjadi sesuatu masukan yang berarti untuk mengembangkan. melatih, memotivasi dan menginspirasikan tim penjualan Anda.
Good Luck!
Stay In Touch With Your Customer
September 9, 2008
Ingatkah Anda nama sales person yang menjual televisi kepada Anda? Menjual AC kepada Anda? Menjual perabotan, karpet, lemari es, dan komputer kepada Anda? Anda tidak ingat?
Jika Anda tidak ingat, lantas salah siapakah ini? Apakah salah Anda (sebagai pelanggan) karena melupakannya, ataukah salah si penjual yang tidak melakukan usaha apapun untuk mengingatkan Anda?
Sebaliknya, jika Anda seorang sales person, seberapa besar keyakinan Anda bahwa para pelanggan Anda:
1. Mengetahui dan mengingat nama Anda.
2. Mengetahui bagaimana cara menghubungi Anda?
Bila mereka lupa atau tidak tahu bagaimana cara menghubungi Anda, maka:
1. Jika mereka ingin membeli lagi, bagaimana mereka dapat menghubungi Anda?
2. Jika mereka ingin menginformasikan kepada teman-temannya tentang Anda, bagaimana mereka dapat mereferensikan Anda?
Akanlah sangat menyedihkan bila “mantan” pelanggan Anda tidak dapat membeli lagi dari Anda, ataupun mereferensikan Anda kepada teman-temannya. Sangat menyedihkan sebab Anda sudah melakukan banyak hal untuk meyakinkan mereka ketika pertama kali membeli dari Anda. Dan sangatlah nyata bahwa mereka menyukai dan percaya kepada Anda sehingga mereka ingin membeli dari Anda. Tapi bila semua itu adalah usaha untuk memperoleh satu order tanpa kesempatan mendapatkan sebuah re-order atau referral, sangatlah menyedihkan!
Oleh sebab itu, sangatlah penting bagi Anda untuk “stay in touch” dengan para pelanggan Anda!
Meningkatkan Penjualan 2 x Lipat
September 9, 2008
Meningkatkan penjualan adalah salah satu target utama semua perusahaan. Saya telah melatih banyak tenaga penjual selama bertahun-tahun untuk meningkatkan penjualan. Saya mengamati mereka melakukan kegiatan role-playing di dalam kelas, dan seringkali saya juga mengikuti mereka sewaktu mengunjungi pelanggan untuk melakukan penjualan.
Saya mengamati bagaimana mereka menjual. Beberapa melakukannya dengan sangat baik, beberapa sangat percaya diri, beberapa melakukannya dengan mulus, dan beberapa orang lagi menguasai product knowledge mereka dengan baik. Banyak tenaga penjual merasa kurang efektif dalam menangani keluhan pelanggan. Secara konsekuen, mereka sangat memperhatikan dan melakukan banyak usaha untuk mengembangkan kemampuan dalam menangani keluhan pelanggan secara efektif.
Usaha mereka membuahkan hasil, mereka berkembang, performance penjualan mereka meningkat, mereka senang, bos mereka senang, dan semua orang senang. Tetapi bagi saya, hal tersebut hanyalah 45-60% dari seluruh kemampuan atau potensi mereka. Sewaktu saya mengamati para penjual ini dalam melakukan presentasi penjualan, mereka sebenarnya dapat meningkatkan penjualan dua kali lebih banyak atau dua kali lebih cepat, bila mereka mampu mengembangkan satu keahlian yang lain ini.
Masalah yang ada pada KEBANYAKAN tenaga penjual adalah: mereka tidak tahu kapan saatnya untuk BERHENTI BICARA! Seringkali saya hampir saja menginterupsi dan memberitahu tenaga penjual tersebut untuk DIAM dan segera MENUTUP PENJUALAN!
Ada satu keahlian yang dilewati oleh banyak tenaga penjua dalam meningkatkan penjualan. Kebanyakan dari mereka bahkan tidak pernah menyadari hal ini! Itu dia sebabnya mengapa mereka melewatinya. Dan karena tidak menyadari dan melewatinya, mereka menjadi tidak efektif dalam melakukannya. Karena mereka tidak efektif dalam melakukannya, maka bisa berakibat buruk pada performance penjualan mereka.
Apakah keahlian yang sangat penting ini? Ini adalah kemampuan seorang tenaga penjual untuk mengamati, mengenali dan mendeteksi buying signal dari pelanggan—mata dan bahasa tubuh dari pelanggan yang mengatakan bahwa ”saya siap untuk membeli”.
Tetapi sebelum kita menuju ke topik tersebut secara detil, ada 2 prinsip yang harus diketahui oleh setiap tenaga penjual.
Prinsip No. 1
Bila pelanggan tidak yakin akan perasaannya, bila ia tidak yakin 100% apakah ia akan melakukan pembelian atau tidak, jawaban yang akan diberikan biasanya adalah ”tidak”.
Maka, bila pelanggan merasa tidak yakin, seringkali ia akan mencari rasa aman atau bahkan sedikit ”dorongan” dari si penjual untuk meyakinkannya dalam mengambil keputusan dan melakukan pembelian.
Bila si penjual gagal mendeteksi hal ini, tidak berusaha meyakinkan, dan tidak melakukan sedikit ”dorongan”, maka si pelanggan akan tetap tidak yakin. Dalam keadaan tidak yakin ini, kebanyakan mereka akan mengatakan ”tidak”, atau ”saya akan pikir-pikir dulu”, dan lain-lain… Demikianlah, maka kesempatan untuk dapat melakukan penjualan akan hilang!
Jadi, adalah merupakan tanggungjawab si penjual untuk dapat mendeteksi sinyal-sinyal ini (untuk berhenti berbicara!), dan untuk memberikan pelanggan sedikit ”dorongan” dan dukungan yang diperlukan untuk bisa melakukan pembelian.
Prinsip No. 2
Kebanyakan dari pelanggan yang sudah memutuskan untuk membeli tidak akan mengatakan secara eksplisit ”oke, saya akan membelinya!” Walaupun dalam hati mereka sudah mengatakan demikian, mulut mereka tidak mengatakannya.
Maka, bila seorang tenaga penjual menunggu pelanggan untuk mengatakan secara eksplisit ”oke, saya akan membeli”, kebanyakan dari mereka akan KEHILANGAN penjualan!
Bukanlah tanggung jawab pelanggan untuk mengatakan ”oke, saya akan membeli”. Itu adalah tanggungjawab si penjual untuk mendeteksi hal ini dari mata dan bahasa tubuh si pelanggan, lalu menutup penjualan tersebut. Pada waktu penjual mampu mendeteksi buying signal ini, kebanyakan ia TIDAK AKAN menemukan hambatan yang berarti dari pelanggan!
Ini adalah dua prinsip yang sangat sederhana untuk meningkatkan penjualan, tetapi sangat penting dan fundamental dalam melakukan penjualan. Namun anehnya masih banyak tenaga penjual yang tidak sadar akan hal ini. Banyak tenaga penjual akhirnya menyadari hal ini setelah mendapatkan pengalaman menjual selama bertahun-tahun. Bayangkan berapa banyak penjualan yang hilang dan berapa banyak uang, order yang telah ”lepas” karena mereka tidak menyadari 2 prinsip dalam perjalanan karier menjual mereka!
Itulah sebabnya bila Anda menyadari, mengerti, dan menguasai dengan baik keahlian yang satu ini, Anda akan dapat dengan mudah meningkatkan penjualan!
GRATIS, SEMPURNA dan SEKARANG
September 8, 2008
Dalam lingkungan persaingan bisnis jaman sekarang, keinginan pelanggan semakin meningkat setiap waktu. Hal ini seringkali telah menjadi pilihan pelanggan untuk menanyakan sesuatu yang GRATIS, SEMPURNA, dan SEKARANG !
GRATIS – pelanggan mengharapkan harga semurah mungkin, hadiah gratis, bonus tambahan (sesuatu barang) dan pelayanan purna jual gratis.
SEMPURNA – pelanggan mengharapkan produk dapat dipergunakan secara sempurna, staff bagian pengiriman yang sempurna – ceria, akurat (tidak ada kesalahan) dan professional.
SEKARANG! – Dalam dunia yang “Semua serba instant”, pelanggan mengharapkan respons kita terhadap permintaan untuk dilaksanakan “Sekarang!”. Bagi pelanggan pengiriman hari ini adalah terlambat – mereka menginginkan bahwa kita mengirimkan pesanan mereka KEMARIN !
Itulah yang menjadi keinginan idealis pelanggan di jaman sekarang.
Namun , kenyataannya kebanyakan perusahaan tidak begitu memperhatikan tentang keinginan pelanggan yaitu – GRATIS, SEMPURNA dan SEKARANG !
Berikut adalah beberapa alasannya :
1. Umumnya sistem dalam organisasi diciptakan untuk PENGAWASAN, bukan untuk KECEPATAN terhadap respons.
2. Kebanyakan perusahaan tidak mempunyai proses pengumpulan informasi yang benar untuk mengidentifikasi secara TEPAT apa yang menjadi keinginan pelanggannya. Akibatnya kebanyakan produk dan proses tidak dibuat sesuai dengan keinginan pelanggan.
3. Banyak sistem kompensasi perusahaan yang tidak menghargai pelayanan terhadap pelanggan secara baik . Kenyataannya, kompensasi sistem tanpa disadari telah menjadikan pelayananan yang buruk.
Reality Test
1. Bagian produksi telah diberitahu untuk memperhatikan kualitas. Tetapi mereka merasa digaji untuk menghasilkan sejumlah target produksi!
2. Bagian puncak departemen diminta untuk berkembang, tetapi mereka tidak diberi bonus berdasarkan laba rugi bagian mereka.
3. Pelanggan menginginkan pelayanan purna jual untuk jangka panjang. Atasan juga menyuruh staffnya untuk melakukan itu. Tetapi Target Penjualan dan komisi mendorong bagian penjualan untuk melakukan purna jual jangka pendek dan cepat selesai !
Solution
1. Dari semua hal yang di atas, akhir tahun ini menjadi waktu yang sangat baik untuk mengevaluasi sistem dan proses di organisasi Anda. Apakah mereka customer-friendly atau company-friendly
2. Bagaimana kompensasi, penghargaan dan sistem hukuman terhadap penilaian staff Anda dalam melakukan pelayanan kepada pelanggan.
3. Latihlah staff Anda untuk menjual dengan nilai tambah dan menyelesaikan masalah pelanggan , bukan hanya menurunkan harga.
4. Buatlah proses penjualan Anda untuk menciptakan pelanggan jangka pendek menjadi pelanggan setia Anda
Good Luck!
Psikologi Penjualan “If you change your thinking, you change your life!”
September 8, 2008
Psikologi penjualan dibahas oleh Brian Tracy dalam salah satu bukunya . Siapakah dia? Brian Tracy adalah pengarang buku laris The Psychology of Selling serta dikenal sebagai salah satu pembicara seminar dan pelatih penjualan terbaik di dunia. Bukunya sudah terjual di 35 negara, diterjemahkan ke dalam 24 bahasa dan lebih dari 10.000 orang sudah menghadiri pelatihannya.
Apa perbedaan antara orang sukses dan kurang sukses? Setelah mengamati beratus-ratus orang sukses dan kurang sukses, kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa orang yang sukses adalah orang biasa yang mencoba bertindak lebih banyak dibandingkan orang yang kurang sukses. Orang sukses melihat dan mendengar sesuatu dan dengan cepat mulai bertindak setelah itu. Orang yang kurang sukses melihat dan mendengar hal yang sama, tetapi mereka hanya berkata, “Saya akan melakukan itu suatu hari nanti.”
Brian Tracy mengatakan hal ini kepada para penjual. “Jika Anda hanya punya satu anak panah untuk dilempar ke sebuah dartboard, lantas berapakah kesempatan Anda untuk mencapai sasaran? Cukup kecil, bukan? Jika saya memberi Anda seratus anak panah untuk dilemparkan, meski Anda seorang yang bodoh, maka dapat dipastikan jika satu anak panah akan mengenai sasaran itu!” Inilah yang disebut Law of Averages.
Dari hasil pengamatan, tidaklah benar jika orang sukses berarti lebih berhasil daripada yang kurang sukses. Sebaliknya, orang sukses justru lebih banyak mengalami kegagalan dibandingkan dengan orang yang kurang sukses! Mengapa? Sebab mereka ternyata lebih banyak mencoba ketimbang orang yang kurang sukses! Orang sukses lebih banyak mengambil tindakan daripada orang yang kurang sukses. Dan dalam kenyataannya, kegagalan Anda selalu lebih banyak daripada kesuksesan Anda. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa orang-orang yang sukses lebih banyak berusaha (dan gagal lebih banyak!), dan menurut hukum itu, mereka juga akan menemukan lebih banyak kesuksesan!



