Fantastic Day In Bandung
September 19, 2008
Wow! Yesterday was a fantastic day in Bandung.. One whole day of seminar.. Participants were all so ENERGETIC, PARTICIPATIVE..Despite the fasting month, everyone was so alert and paying full attention. At the end of the one day session, everyone had learn the techniques to become more effective sales managers to increase the sales of their team by at least 200%-300%! It was SO POSITIVE! Have a FANTASTIC day, everyone!
Gemerlap di Morning Star Academy
September 18, 2008
September 15, I was invited to speak at Gereja Morning Star at - Kuningan - as the speaker for their monthly event PRIME. The Morning Star Academy is located just behind Gedung Mulia (Jl. Rasuna Said). When I walked into the auditorium - WOW! The auditorium was big, with excellent sound and lighting facilities! 400 people attended the 2 hour seminar entitled “Motivation to Pursue the Best In Life” from 7 - 9 pm. The atmosphere was excellent. The organizing was very professional and we were all so blessed in yesterday’s event! Thank you organizers of prime! Success & God Bless You always!
Dari Seorang Staff Marketing menjadi Seorang Direktur
September 13, 2008
Nama saya Winardinyoto, jabatan saya adalah direktur dari perusahaan PT. SANINDO PERKASA ABADI, product James Gwee yang sering saya sering gunakan adalah CD-CD Audio. Pengaruhnya sangat luar biasa selama 4 tahun saya dari staff marketing menjadi Direktur dengan menggunakan tips-tips dari James Gwee. Dan menemukan suatu program luar biasa SOS sartindo dimana program itu membantu masyarakat untuk mendapatkan gratis pembelian dan pengisian alat pemadam. Tiap pagi saya mendengarkan CD beberapa kali untuk mendapatkan tips yang berguna. Saya juga menganjurkan semua pegawai saya untuk mendengarkan tips-tips dari CD Audio dari James Gwee.
Winardinyoto
Direktur PT. Sanindo Perkasa Abadi
Manado & Makassar Meledak…
September 11, 2008
I was in Manado on 3 September 2008 & Makassar on 9 September 2008, for CHAMPION SALES seminar organized by Radio Smart FM. The response was FANTASTIC! The Ballroom was full! In Makassar panitia had to add extra tables because the partiipants kept getting more and more! The Atmosphere in The Manado seminar was so electric that we CONTINUED after buka puasa (1 extra hour) specially for Q&A session!! Fantastic! In Makassar, immediately after my session, the next speaker was my friend, the very sharp & writty Pri G.S He kept them entertained & humoured (and thingking!) all the way until buka puasa! Fantastic! So once again Manado & Makassar, THANK YOU & SEE YOU AGAIN REAL SOON!!
James Gwee T.H., MBA
Strategi Penjualan - Selling Formula
September 9, 2008
Strategi penjualan yang sukses selalu didambakan oleh setiap organisasi. Dalam setiap industri selalu terdapat selling formula. Contohnya, dalam industri properti, seorang agen properti selalu diberi rumusan “30:1”. Hal ini berarti 30 orang yang mengunjungi sebuah rumah, maka satu orang dipastikan akan membeli rumah tersebut. Bilangan yang tradisional dalam industri asuransi jiwa adalah “10:3:1”. Ini berarti bahwa jika Anda bertemu 10 orang, maka 3 orang akan tertarik untuk mendengarkan presentasi secara rinci, dan satu orang bakal membeli dari Anda. Dalam industri tele-selling, bilangannya adalah 293-149-83-10. Artinya, jika Anda menghubungi 293 nomor, maka Anda akan berbicara kepada 149 orang (sisanya nomor yang salah, tidak dapat menjawab panggilan telepon Anda), 83 orang bakal tertarik (sisanya tidak!), dan 10 orang akan membeli dari Anda. Jadi, setiap industri sudah punya bilangan “standar” masing-masing. Anda harus mengetahui bilangan-bilangan tersebut sedemikian rupa supaya tidak merasa depresi dan bisa menghadapi penolakan dengan harapan, bukan keputusasaan.
Sebagai contoh, anggaplah saya memberi JAMINAN kepada Anda bahwa dari 10 orang yang Anda temui, 9 di antaranya akan menolak, tetapi orang yang kesepuluh saya PASTIKAN (dijamin 100%!) akan membeli dari Anda. Bagaimana perasaan Anda? Penuh harap atau depresi? Saya SANGAT SENANG! “Maksud Anda jika saya menemui 10 orang, maka satu orang dengan PASTI akan membeli dari saya? Wow!” Lantas, saya pun tahu pasti apa yang harus saya lakukan untuk mendapatkan 10 order! Dengan gambaran ini, saya hanya perlu memastikan bahwa saya bertemu 10 orang setiap minggu, dan DENGAN PASTI saya akan memperoleh 1 order! Sangat sederhana!
Strategi penjualan yang baik selalu mengajarkan bahwa saya dapat menghadapi 9 penolakan dengan RASA OPTIMIS, PENUH HARAPAN dan KEGEMBIRAAN sebab saya tahu bahwa dalam setiap penolakan, maka saya bergerak menuju SATU LANGKAH LAGI yang semakin dekat pelanggan yang akan berkata “Ya” kepada saya. Maka sekarang saya tidak akan menghadapi penolakan secara negatif, tetapi menganggapnya sebagai proses yang harus saya lalui dalam rangka mendapatkan pelanggan yang ke-10. Jika saya mendapatkan sebuah kata “Ya” sebelum mencapai pelanggan yang ke-10, maka hal tersebut bisa dianggap sebagai bonus!
Oleh karena itu, jika saya adalah seorang agen asuransi, maka secara sederhana saya hanya perlu mengadakan pertemuan dengan 10 prospek. Jika 7 dari mereka menolak, maka motivasi saya tidak akan berkurang sebab saya tahu bahwa hal itu adalah bilangan “standar”. Saya akan memahami hal ini sebagai hal normal yang harus saya hadapi. Saya akan terus mencari 3 orang yang tertarik dengan produk saya. Kemudian dari 3 orang tersebut, jika 2 orang menolak saya atau mengatakan bahwa nanti mereka akan membeli, maka—sekali lagi—saya tidak akan patah semangat sebab itulah “standar”-nya. Pada kenyataannya, saya sangat SENANG sebab saya saya tahu bahwa prospek ke-3 bisa dipastikan akan berkata “Ya”!
Di sisi lain, jika saya mengetahui “standar” industri asuransi jiwa, maka saya akan berpikir realistis dengan menyadari bahwa kesempatan saya untuk mendapatkan “Ya” adalah tipis hanya dengan menemui 5 orang prospek… sebab industri ini membutuhkan 10 pertemuan, di mana dari 3 orang yang tertarik, SATU di antaranya akan berkata “Ya”. Masalahnya, banyak agen asuransi jiwa yang tidak menyadari “standar industri” mereka atau sudah lupa tentang itu. Hasilnya, mereka kerap mengalami depresi dan patah semangat ketika menemukan lima prospek yang menolak. Kemudian, mereka pun berhenti mencari tambahan prospek. Sayang sekali! Mereka tidak sadar bahwa mereka hanya perlu mencari 5 prospek lagi dan menghadapi 3 penolakan, dan kemudian mereka sudah berada didalam perjalanan menuju ke SATU PENJUALAN polis asuransi jiwa! Di mana satu penjualan itu bisa saja bernilai Rp200.000.000 dalam satu tahun premi pertama!
Jika saya adalah seorang agen properti yang sedang mencoba menjual sebuah rumah, maka bilangan “standar” untuk menutup penjualan saya adalah 30:1, lantas yang harus saya lakukan adalah berusaha mengundang 30 untuk datang dan melihat rumah yang saya jual tadi. Dari 30 orang ini, saya tahu bahwa 29 orang tidak akan tertarik dan satu orang akan tertarik untuk membeli rumah itu. Hal tersebut akan membantu saya untuk mendapatkan “keberanian” dalam menghadapi 29 kali penolakan dengan 1 “Ya!” dan satu tersebut bisa jadi bernilai Rp2 miliar! Luar biasa! Tidak terlalu buruk, bukan? Tetapi jika saya tidak menyadari “standar” industri dalam bisnis ini, kemudian saya hanya mengundang 15 orang untuk datang dan melihat rumah itu… maka kesempatan untuk mendapatkan seorang real buyer sangatlah tipis!
“If you have only one dart to throw at a dartboard, what is your chance of hitting the bull’s eye? Pretty slim, right? But if you I give you a hundred darts to throw, even you are an idiot, one dart will eventually hit the bull’s eye!”
Lantas, apakah Anda mengetahui Law of Averages dalam bisnis Anda ?
Kita akan mendiskusikan lebih banyak tentang tips sukses strategi penjualan dari Brian Tracy pada artikel berikutnya. Sementara itu, coba cari dan temukan “standar formula” dalam industri Anda.
Bahasa Tubuh Kesiapan Pelanggan Anda
September 9, 2008
Bahasa tubuh umum yang dapat memberikan Anda ide tentang kesiapan pelanggan untuk melakukan pembelian adalah sebagai berikut:
1. Gerakan singkat dan tidak beraturan. Pelanggan menunggu Anda mengajukan pertanyaan kepadanya untuk melakukan pembelian. Bila melihat sinyal ini, BERHENTILAH berbicara mengenai produk, fitur-fitur, dan keuntungan dari produk Anda. Hentikan presentasi. Mintalah kepadanya untuk membeli. Ia telah siap untuk membuat keputusan. Bila Anda gagal membaca sinyal ini, dan Anda terus berbicara, maka Anda akan kehilangan penjualan!
2. Melihat keluar jendela, atau ke tempat yang jauh. Bila melihat pelanggan Anda mempunyai tatapan yang kosong ke luar jendela, atau sedang melihat ke tempat yang jauh, janganlah panik, dan jangan putus asa. Terutama, janganlah berasumsi bahwa dengan bahasa tubuh seperti ini, pelanggan tersebut tidak tertarik karena dia melihat keluar jendela! Sebaliknya, pelanggan sedang berpikir bagaimana ia dapat mengatur atau mempertimbangkan skenario-skenario, bila ia benar-benar melakukan pembelian. Sebagai contoh, ia mungkin sedang berpikir bagaimana nanti mengatur keuangannya, bagaimana reaksi ibu mertuanya, dan lain-lain. Ia sudah memutuskan untuk melakukan pembelian. Ia hanya sedang memikirkan bagaimana situasi-situasinya nanti. Hentikanlah presentasi dan bantulah dia memutuskan untuk membeli! Bila Anda terus berbicara, Anda akan kehilangan penjualan Anda!
3. Kedua kaki di lantai, kedua tangan di atas meja. Ini adalah yang paling universal, paling mudah untuk dideteksi, bahwa si pelanggan sangat, sangat tertarik, dan 90% siap untuk melakukan pembelian! Bila Anda gagal membaca buying signal ini dan Anda terus berbicara, Anda sangat pantas untuk kehilangan penjualan! Ini adalah buying signal yang tidak mungkin dilewatkan! Mulai saat ini, perhatikan dengan seksama bagaimana pelanggan memposisikan tangan dan kaki mereka. Hal tersebut akan sangat mempengaruhi performance penjualan Anda!
4. Bersandar ke belakang, tangan dilipat, tidak berbicara, atau hanya berbicara dengan ringan. Ini adalah indikasi bahwa si pelanggan tidak ingin untuk membeli. Anda masih harus bekerja keras lagi.
Inilah 4 buying signal yang paling dasar. Anda harus membacanya sekali lagi dan lagi (setidak-tidaknya dua kali lagi). Biasakanlah membaca sinyal-sinyal ini dan mulai berlatih dalam 2-3 minggu ke depan. Anda akan terkejut karena nantinya dapat membaca pelanggan Anda dengan sangat baik. Setelah Anda menguasai dengan baik keempat buying signal ini, dan penjualan Anda telah meningkat sedikit (belum dua kali lipatnya!), maka Anda akan siap untuk tahapan “buying signals” berikutnya. Bahkan ada lebih banyak lagi bahasa tubuh calon pelanggan yang dapat Anda pelajari sebagai seorang tenaga penjual. Kita akan membahas tentang itu di artikel yang mendatang.
Until then, happy practicing and happy selling!
Manajemen Penjualan - Belajar Dari Joe Girard “The World’s Greatest Salesman”
September 9, 2008
Manajemen Penjualan ala Joe Girard sudah dipelajari dan diterapkan oleh banyak salesman dari seluruh dunia. Intinya adalah menerapkan ilmu dan seni staying in touch dengan pelanggan secara sempurna.
Siapakah Joe Girard? Ia diberi gelar “The World’s Greatest Salesman” oleh Guinness Book of World Records. Namanya ada di sana. Joe adalah seorang penjual mobil pada tahun 1960-1970 di Detroit, Amerika Serikat. Di tempatnya bekerja, ada wiraniaga lain yang menjual mobil dengan tipe dan harga yang sama seperti yang ditawarkan Joe. Salesman tersebut dapat menjual 3 mobil per bulan. Joe dapat menjual 6 mobil per hari! Bahkan, di puncak kariernya, untuk membeli mobil dari Joe, Anda harus membuat janji dua minggu sebelumnya…dan saat Anda datang di hari yang telah disepakati, Anda akan melihat banyak orang yang ingin membeli darinya sehingga Anda harus mengambil nomor untuk mengantri!
Sebelum dinobatkan sebagai The World’s Greatest Salesman, kesuksesannya tentu telah diselidiki oleh panitia Guinness Books. Mereka menemukan bahwa semua mobil yang diakui Joe dijual olehnya sendiri, ternyata memang dijualnya secara personal. Terlebih lagi, yang membuat hal tersebut menakjubkan adalah pelanggan yang telah membeli mobil dari Joe tiga tahun lampau, ternyata masih mengingat namanya! Tidak hanya beberapa dari mereka, namun SEMUA mengingat nama Joe dengan rasa gembira! Bagaimana mungkin ini terjadi?
Manajemen Penjualan Joe Girard punya satu sistem jemput bola (follow-up) dalam dunia penjualan. Kenyataannya, sistem ini pun telah menjadi subjek dari sekolah bisnis Harvard.
Joe mengirimkan sebuah kartu ucapan kepada semua pelanggannya, tidak hanya di Tahun Baru, Natal, dan hari ulang tahun mereka, tetapi SETIAP BULAN! Bulan Januari, ia mengirimkan kartu Selamat Tahun Baru. Di dalam kartu, ia menempelkan sebuah stiker “I Like You”. Bulan Februari, ia mengirimkan kartu Valentine, juga dengan tempelan stiker “I Like You” di dalamnya. Bulan Maret, ia mengirimkan kartu ucapan lain sesuai dengan hari libur nasional yang jatuh pada bulan itu, lagi dengan stiker “I Like You”… Ia melakukan ini setiap bulan! Kartunya bukanlah kartu biasa, namun sebuah kartu lucu dan manis yang membuat penerimanya tertawa! Ketika pelanggan berkumpul dengan teman dan kerabatnya, seringkali kartu tersebut menjadi bahan pembicaraan dan orang lain pun tahu tentang Joe Girard, si penjual ulung ini. Acap kali teman atau kerabat pelanggannya berkomentar, “Wow, Anda sungguh beruntung… Salesman Anda sangat menghargai Anda dengan mengirimkan kartu ini setiap bulan. Salesman saya justru tidak pernah mengirimkan satu kartu pun kepada saya!”
Dengan menggunakan sistem kartu yang sederhana ini, Joe mengingatkan pelanggannya bahwa, ”Hey, saya masih di sini, saya masih menjual mobil dan saya sangat senang jika Anda membeli mobil lain dari saya, atau jika Anda mereferensikan seorang kerabat atau teman Anda kepada saya!” Dengan sistem kartu tersebut, Joe “masuk” ke dalam ruang tamu pelanggannya setiap bulan tanpa hadir secara fisik di sana. Melalui sistem kartu ini pula, Joe menjadi topik pembicaraan di antara pelanggan dan teman-teman mereka. Ini adalah iklan positif yang free dan referensi yang bersifat word of mouth! Apa yang lebih powerful dari ini?
Bagaimana dengan Anda? Apakah pelanggan mengingat Anda? Apakah mereka berbicara positif tentang Anda? Apakah yang akan Anda lakukan terhadap hal itu? Mengaculah kepada manajemen penjualan Joe Girard.
Happy Serving!
Kiat Sukses - Bagi Anda Yang Ingin Mencapainya
September 9, 2008
Kiat Sukses wajib dimiliki oleh semua orang yang ingin segera mencapainya. Berikut adalah tips-tips untuk mencapai sukses itu sendiri.
Setelah “Apa” Datanglah “Kenapa”
Berpikirlah realistis. Perlu kerja keras dan pengorbanan untuk mencapai tujuan dan sukses! Tidak ada jalan pintas, atau rumus-rumus ajaib. Kadang ini juga menyakitkan hati. Ketika teman Anda menikmati hidup mereka, Anda bekerja. Saya tahu semua ini karena saya sudah mengalami pengorbanan itu selama 10 tahun!
Seringkali, ketika Anda sudah sangat lelah, hampir frustrasi, Anda akan bertanya kepada diri sendiri, “Mengapa saya melakukan semua ini? Untuk apa semua ini? Apakah pengorbanan ini berharga buat saya?”
Anda lihat apa yang terjadi? Sekarang Anda bertanya “mengapa”. Jika kata “mengapa” itu tidak kuat dan cukup jelas, Anda akan berkata, “Ah… peduli amat! Lupakan saja! Ini tidak berharga!” Dan kemudian menyerah.
Jadi sebelum Anda memulai sebuah usaha, SANGATLAH PENTING untuk memahami dengan jelas MENGAPA Anda ingin mencapainya. Jika kata “mengapa” tidak terasa jelas, kuat dan mendorong perasaaan Anda (senang, gembira, bangga, takut, dan sebagainya), kemungkinan besar Anda akan gagal.
Biarkan saya memberi contoh. Anda berada di sebuah kolam renang dan kepala Anda berada di atas air dan Anda merasa rileks. Tiba-tiba, saya menekan kepala Anda ke dalam air dan menahannya sampai Anda kehabisan nafas…dan saya TETAP menahan kepala Anda dengan sangat kuat, kemudian saya sangat yakin jika Anda akan berusaha keras mengeluarkan kepala Anda untuk menghirup udara segar! Ketika Anda merasa harus mengambil nafas, Anda akan BERJUANG mendapatkannya!
Jadi, “Apa” tujuan Anda… dan yang lebih penting lagi adalah “mengapa” Anda ingin mencapainya? Untuk siapa Anda melakukan semua itu? Bisakah Anda melihat hasil akhirnya? Apakah visualisasi hasil akhir akan membuat Anda gembira, sedih, tersentuh, menangis, takut, bangga? Jika iya, maka Anda berada pada jalur yang benar. Jika tidak, maka definisi Anda tentang “mengapa” tidaklah jelas dan cukup kuat sehingga Anda harus mencari alasan lain yang lebih kuat. Jika tidak, maka kiat sukses ini akan menjadi tidak berharga.
Apa yang telah kita diskusikan adalah dua prinsip dasar dari Penetapan Tujuan (Goal Setting)—LANGKAH AWAL untuk sukses. Namun tidak banyak orang di dunia ini yang melakukannya. Mengapa? Sebab mereka tidak pernah diajarkan seperti ini di sekolah.
Kenyataannya: “Ada sebuah rumus” yang menjadi metode dan pendekatan yang tepat untuk menjadi sukses. Kerja keras tidaklah cukup. Hal itu baik, namun kerap tidak cukup bagus. Kita sudah banyak melihat orang yang suka bekerja keras namun tidak mencapai satu kesuksesan pun. Ada beberapa kiat sukses yang sebenarnya bisa dipelajari untuk.
Good luck!
Tujuan Yang Jelas Mempercepat Kesuksesan Anda
September 9, 2008
Pulanglah ke Rumah Secepatnya!
Jakarta adalah kota macet! Rata-rata, seseorang membutuhkan 1–2 jam perjalanan dari rumah ke kantor mereka. Dan 1-2 jam perjalanan lagi untuk pulang ke rumah. Seorang teman bercerita kepada saya tentang insiden yang menimpanya. Rata-rata ia membutuhkan waktu 1,5 jam perjalanan dari kantor ke rumah. Sejak rumahnya terletak di “rute macet”, tidak ada suatu apa pun yang dapat ia lakukan. Jadi setiap hari, saat ia terjebak dalam kemacetan, ia selalu mendengarkan musik, radio, dan kaset-kaset motivasi. Dengan kata lain, ia menerima waktu 1,5 jam itu tanpa rasa kecewa dan amarah.
Tetapi, suatu hari, dalam perjalanan pulang, istrinya menelpon dan mengatakan bahwa anaknya yang berusia dua tahun terjatuh dan mengalami robek di dahinya. Dan sekarang sedang mengalami pendarahan hebat. “Pulanglah ke rumah secepat-cepatnya!” Suara tangisan anak kesayangannya terdengar di belakang telepon. Segera ia tancap gas dan mengambil sisi jalan, bergerak agak cepat…semua dilakukan hanya untuk sampai ke rumah dalam waktu sesingkat-singkatnya.
Akhirnya, ia sampai ke rumah. Dan ternyata, ia hanya menghabiskan waktu satu jam perjalanan dari kantor ke rumah! 30 menit lebih cepat dari biasanya! Istrinya sangat terkejut. “Bagaimana kamu bisa sampai ke rumah dalam tempo satu jam?” Ia menjawab, “Saya menerobos, menekan gas sedalam-dalamnya, mengambil jalan pintas, bergerak cepat… pokoknya apa pun yang dapat membuat saya lebih cepat!”
Jadi Apa yang Bisa Kita Pelajari?
Ketika Anda sudah memiliki tujuan yang jelas dan bisa memvisualisasi hasil akhirnya secara jelas, otomatis Anda akan memiliki tingkat KEPENTINGAN yang lebih kuat. Ketika kita ingin lebih cepat mencapai tujuan kita, secara otomatis kita akan menemukan jalan yang lebih baik dan lebih cepat untuk mencapai tujuan tersebut—dengan kata lain, kita akan mencapai sukses LEBIH CEPAT!
Bagaimana dengan Anda? Apa tujuan Anda? Dapatkan Anda menggambarkan HASIL AKHIR? Jika jawabannya “ya”, selamat! Anda akan mencapai tujuan Anda dan sukses lebih cepat dari kebanyakan orang. Jika jawabannya “tidak”, maka saya sarankan Anda untuk mulai menuliskan tujuan Anda. Anda akan membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk mencapai tujuan Anda! Mengapa Anda ingin MENYIA-NYIAKAN waktu dan hidup Anda.
Jalin Hubungan Baik Dengan Pelanggan Anda
September 9, 2008
Apa yang dapat dilakukan agar Anda secara konsisten berada pada posisi yang tepat dan menjadi yang TERKUAT kedua? Jawabannya adalah banyak hal, seperti:
• Tetaplah menjalin hubungan dan komunikasi dengan pelanggan prospektif Anda. Telepon atau kunjungi pelanggan setiap dua minggu sekali atau sekali sebulan.
• Kirimlah informasi tentang perkembangan-perkembangan yang ada pada perusahaan anda kepada pelanggan secara konsisten, seperti:
1. Perusahaan Anda telah membuka kantor cabang baru.
2. Perusahaan Anda telah mendapatkan penghargaan sertifikat ISO.
3. Perusahaan Anda telah memenangkan beberapa penghargaan.
4. Ada majalah atau koran yang menulis berita tentang Anda.
5. Anda sendiri telah diberikan penghargaan bergengsi (misalnya salesman terbaik, salesman terbaik bulan ini atau tahun ini, dan lain-lain).
6. Ada majalah dan koran yang menulis tentang Anda sendiri.
7. Perusahaan Anda telah meluncurkan produk yang baru.
• Tetaplah mengirimkan kartu ucapan ke pelanggan-pelanggan prospektif Anda: kartu ucapan selamat Tahun Baru, Natal, Lebaran, Tahun Baru Cina, ulang tahun, perkawinan, ulang tahun perkawinan, dan lain-lain.
• Pantaulah perkembangan-perkembangan yang terjadi di perusahaan seperti:
1. Pelanggan prospektif baru saja membuka cabang baru. Bila ini terjadi, Anda bisa mengirimkan ucapan selamat, menelpon untuk mengucapkan selamat. Siapa tahu, Anda mungkin diundang untuk melihat acara pembukaannya dan dapat berinteraksi dengan pelanggan dan mendiskusikan kesempatan untuk melakukan kerja sama dengan cabang baru ini.
2. Pelanggan prospektif Anda telah mendapatkan penghargaan spesial (perusahaan terbaik, karyawan terbaik, dan lain-lain). Mereka sedang dalam mood yang senang. Kirimkanlah ucapan selamat atau telepon mereka untuk mengucapkan selamat. Siapa tahu mereka akan menghargai (bahkan terkesan) dengan perhatian yang tulus Anda, dan secepatnya menempatkan Anda pada posisi TERBAIK kedua. Lebih baik lagi, bila mereka sudah merasa tidak puas dengan pemasok yang sekarang, mereka akan mempertimbangkan Anda sebagai penggantinya!
3. Perubahan pada manajemen. Apabila Anda tahu hal ini terjadi, Anda bisa mengirimkan ucapan selamat kepada manajer yang baru terpilih. Ini adalah kesempatan yang baik untuk memperkenalkan diri Anda kepada pembuat keputusan yang baru.
4. Pelanggan mulai merasa tidak puas dengan pemasok yang sekarang. Bila Anda sudah tahu akan hal ini, Anda dapat menelepon atau mengunjungi calon pelanggan tersebut. Siapa tahu, mereka akan memutuskan untuk membeli dari Anda, karena Anda adalah TERBAIK yang kedua.
5. Istri dari bagian pembelian baru saja melahirkan dan ia sekarang sudah menjadi ayah. Kirimkan dia ucapan selamat dan hadiah sederhana untuk istri dan bayinya. Hal tersebut akan membuat anda TERBAIK nomor dua.
6. Bagian pembelian baru saja mengalami kejadian menyedihkan di keluarganya. Teleponlah untuk menyampaikan perhatian anda, dan tawarkan apabila dia memerlukan bantuan Anda. Perhatian yang baik dan tulus Anda pada saat-saat mereka membutuhkannya akan membawa Anda pada posisi TERBAIK kedua.
7. Anda tahu bahwa bagian pembelian sedang mencari informasi (tentang rencananya untuk mengirim putrinya untuk studi di luar negeri). Anda bisa mengumpulkan informasi dan brosur-brosur yang dibutuhkan, lalu mengirimkannya. Lebih baik lagi, Anda me-refer dia kepada seorang ahli yang dapat membantunya tanpa biaya apa pun! Hal tersebut tentunya dapat membuat Anda menjadi TERKUAT nomor dua!





